Welcome to MY OFFICIAL BLOG diary. This blog contains about my outpouring of my heart and also my little notes.

If you come and I am pleased to read this note, please give comments that are useful to me.



By : Pricillia Putri

Friday, 14 June 2013

Kembali Kepelukan Bulan PART 2


Sebulan kemudian, Dhea pulang lagi. Aku memasuki kamarnya, ternyata di masih di kamar mandi. Mata ku tertumbuk pada sebuah benda di atas meja. Oh tidak, ini adalah majalah picisan yang banyak disukai kaum adam. Dan aku tahu betul pemilik wajah dan tubuh yang ada di dalam cover majalh itu.

" Mi, jangan.....!! "
Dhea yang baru keluar kamar mandi buru-buru merebut majalah itu dari tangan ku.
" Mi jangan marah ya.... Pleaseeee.....!!! "
Aku memandang lekat-lekat, dadaku seperti akan meledak.
" Itu cuma foto mi, cuma sebentar dan aku tidak melakukan apa-apa selain foto. Aku dapat uang banyak mi, katanya mami mau naik haji kan ? Aku yang akan membiayai semuanya, mami tidak perlu menunggu lima atau sepuluh tahun lagi. Besok pu mami bisa berangkat. "  Dhea membuntuti ku yang bergegas masuk kedalam kamar, sambil terus memohon.

" Ibu memang ingin naik haji, tapi bukan dengan uang itu. " Ku banting pintu kamar.

" Mi....... " teriak Dhea.

Ya Tuhan, mengapa disaat aku mendekat kepada - MU, Kau beri jawaban dengan seperti ini ? Aku baru sadar, bahwa sebenarnya aku sudah lama kehilangan putri manisku.

Ternyata itu belum seberapa, suatu sore dua hari kemudian. Di setiap channel televisi, semuanya memberitakan Dhea. Tentang foto - foto yang sebenarnya tak pantas dilihat beredar di dunia maya.

" Mi .... percayalah, itu bukan aku mi. Demi Allah! " rengeknya memohon, sambil memegangi kaki ku.
" Apa ? jadi kamu masih ingat pada Allah ? Kamu tidak malu menyebut Nama Nya ? Aku sudah tidak percaya lagi, kamu sudah jauh dari ibu. Kamu sudah jauh dari Allah, kamu sudah tidak pernah Shalat. Jadi bisa saja kamu berbuat segala sesuatu. "
Aku murka namun sambil menahan kata - kata kutukan agar legenda Malin Kundang tidak terulang.

" Bu, tapi Dhea tidak bohoong !! itu bukan dhea bu, itu hanya orang yang ingin menghancurkan karir Dhea Bu.....!!! "
Aku tak memperdulikan rengeknya. Aku berlari kedalam kamar, lalu menguncinya dari dalam. Dhea menggedor pintu kamar. Aku tidak sudi membukanya.
" Baik, Dhea akan melakukan apapun asal ibu percaya !! "
Teriak Dhea dengan tegas.  Terdengar suara sepatunya berlari menjauh dari pintu kamar. Melakukan apapun apa maksudnya ? ah, aku jadi takut. Jangan - jangan .....

Sudah dua hari Dhea tidak pulang dan tak ada kabar. Terus kubacakan FAFFIRU ILLAH ( Larilah Kembali Kepada Allah ) dan doa tulus untuk nya. Aku sangat mengkhawatirkannya. Apa yang akan dia perbuat untuk membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar ? Ya Allah lindungilah permata hatiku ya Allah....

Aku mencoba mencari kabarnya melalui televisi. Benar saja, ada wajah Dhea disana.

" untuk kasus ini saya serahkan kepada pengacara saya. Yang jelas, itu bukan saya dan saya tidak sedang mendongkrak popularitas. Karena mulai hari ini saya akan mengundurkan diri dari dunia yang telah membesarkan nama saya. Sekali lagi, ini bukan cari sensasi. Saya melakukan ini semua demi Ibu saya. Saya ingin membuat ibu saya percaya lagi kepada say. "

Puluhan wartawan masih berusaha mengejarnya. Gadis ku tak memperdulikan mereka. Aku tergugu.

Hari ini dunia menjadi milik ku. Dhea sudah ada di pelukanku. Meski masih khawatir karena berkali - kali masih ada yang menggoda nya. Tapi syukurlah, karena Dhea bergeming dengan keputusannya.
Seperti dua puluh tahun lalu, malam ini kami memandang bulan dari pelataran rumah.

" Bu, seharusnya Dhea jadi astronot ya ? " kata Dhea sambil bermanja di pangkuan ku.
" Memang kenapa ? "
" Supaya Dhea bisa pergi ke luar angkasa dan mendarat di bulan. Hingga Dhea sadar, betapa Dhea hanya sebutir debu di antara besarnya bumi. Dan betapa kecilnya bumi di antara luas nya jagat raya. Mudah saja bagi Allah untuk memperlakukan apapun pada mahkluk-Nya.
" Kalimat itu pasti ada di buku baru mu ya ? "
" Ah... ibu tahu saja. "

Terimakasih Ya Allah, Engkau telah mengembalikan putriku.

karya by Salsa
Terimakasih Sudah Menyimak Artil Pricillia. Jika Anda menyukai Artikel Blog Pricillia, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel Menarik Setiap hari dari Diary Pricillia

2 komentar:

Akang Budi said...

that's really nice sharing, guys
l like your sharing.
thanks for first visiting to http://dasarbahasainggris.blogspot.com/search/label/tips%20and%20tricks

Pricillia Putri said...

thanks You mr. budi,,,, :)

Post a Comment